life and travelling

Image

jalan-jalan, keliling dunia atau di rumah , beribadah?? bukannya hidup kita untuk mempersiapkan diri di akhir masa nanti? semoga cerita pendek dari buku alchmist paulo cuelho ini memberikan pencerahan.

————–

Seorang pemilik toko mengirim puteranya untuk belajar tentang rahasia kebahagiaan dari pria yang paling bijaksana di dunia. Si bocah mengembara, menyeberangi gurun selama empatpuluh hari, dan akhirnya sampailah dia kesatu istana yang indah, tinggi di puncak gunung. Di sanalah orang bijak itu tinggal.

“Tanpa mencari orang bijak itu dulu, pahlawan kita langsung saja memasuki ruang utama istana itu, melihat macam-macam kegiatan: para pedagang datang dan pergi, orang-orang berbincang di sudut-sudut, orkestra kecil memainkan musik yang lembut, dan ada sebuah meja yang dipenuhi piring-piring makanan terlezat yang ada di belahan dunia tersebut. Si orang bijak bercakap-cakap dengan setiap orang, dan si anak harus menunggu selama dua jam sebelum akhirnya dia mendapat perhatian orang itu.

“Orang bijak itu mendengarkan dengan penuh perhatian keterangan si anak tentang alasan dia datang, tapi berkata bahwa dia tidak punya waktu untuk menerangkan rahasia kebahagiaan. Dia menyarankan anak itu untuk melihat-lihat istana dan kembali dalam dua jam.

“‘Sambil kamu melihat-lihat, aku ingin kamu melakukan sesuatu untukku,’ kata orang bijak itu, menyodorkan sendok teh berisi dua tetes minyak. ‘Sambil kamu keliling, bawalah sendok ini tanpa menumpahkan minyaknya.'”

“Anak tadi mulai naik turun tangga-tangga istana, dengan pandangan tetap ke arah sendok itu. Satelah dua jam, dia kembali ke ruangan tempat si orang bijak berada.

“‘Nah,’ tanya orang bijak itu, ‘apakah kamu melihat tapestri Persia yang tergantung di ruang makanku? Apakah kamu melihat taman yang ditata pakar pertamanan selama sepuluh tahun itu? Apakah kamu memperhatikan kertas kulit yang indah di perpustakaanku?'”

“Anak itu merasa malu, dan mengaku dia tidak memperhatikan apa-apa. Perhatiannya hanya tertuju pada minyak di sendok itu supaya tidak tumpah, seperti yang percayakan si orang bijak kepadanya.

“‘Kembalilah dan perhatikan duniaku yang mengagumkan ini,’ kata si orang bijak. ‘Kamu tidak dapat mempercayai orang kalau kamu tidak tahu rumahnya.’

“Dengan lega, anak itu mengambil sendok tadi dan kembali menjelajahi istana itu, kali ini dia memperhatikan semua karya seni di atap dan dinding-dinding. Dia melihat taman-taman, pergunungan di sekelilingnya, bunga-bunga yang indah, dan mengagumi selera di balik pemilihan segenap hal yang ada di sana. Sekembalinya dia ke orang bijak itu, dia mengungkapkan secara terinci semua yang dilihatnya.

“‘Tapi mana minyak yang kupercayakan padamu?’ tanya si orang bijak.

“Memandang ke sendok yang dipegangnya, anak itu melihat minyak tadi telah hilang.

“‘Baiklah, hanya ada satu nasihat yang bisa kuberikan padamu,’ kata manusia terbijak itu. ‘Rahasia kebahagiaan adalah melihat semua keindahan dunia, dan tak pernah melupakan apa amanah /tujuan/hakekat hidupmu.

———–

Image

so lets take your backpack.. came on travelling guys..

nb : tapi tetap ingat yah. kamu punya agama, punya orang tua, jadi kamu punya tanggung jawab atas mereka. jangan asik jalan-jalan juga. harus seimbang mbak broh.

Advertisements

One thought on “life and travelling

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s